4G LTE Drive Test Parameter

Drive test merupakan suatu kegiatan untuk mengambil data ( collecting ) sebuah jaringan network dengan menggunakan software dan hardware tertentu. Dari data yang telah diperoleh tersebut kita dapat mengetahui kondisi jaringan di suatu daerah. fungsi dari drive test ini selain mengetahui performansi jaringan juga mengetahui throughput values ( kecepatan upload dan download ).

4G LTE merupakan jaringan yang sedang berkembang saat ini sebagai penerus dari jaringan 3G WCDMA dan EVDO. jaringan LTE ini mampu menawarkan speed hingga 100Mbps dengan menggunakan teknik modulasi OFDM.

Untuk mengukur kualitas dari jaringan 4G LTE ada beberapa parameter yang paling utama yaitu :

RSSI ( Received Signal Strength Indicator )
merupakan power sinyal yang diterima user dalam rentang frekuensi tertentu termasuk noise dan interferensi ( disebut juga wideband power ) .

RSSI

gambar 1. RSSI dalam rentang frekuensi tertentu

RSSI dapat dihitung dengan formula berikut :

RSSI = P1 + P2 + P3

atau

RSSI = 12N * RSRP

dengan,

  • RSSI = Received Signal Strength Indicator , merupakan sinyal yang diterima ditambah dengan noise dan interferensi
  • N = Number of resource Block pada modulasi OFDMA yang digunakan
  • RSRP = Reference Signal Received Power, merupakan sinyal LTE power yang diterima user dalam rentang frekuensi tertentu.
  • P1 = power noise, P2 = Power Sinyal, P3 = Power interferensi


RSRP ( Reference Signal Received Power )
merupakan sinyal LTE power yang diterima oleh user dalam frekuensi tertentu. semakin jauh jarak antara site dan user, maka semakin kecil pula RSRP yang diterima oleh user. RS merupakan Reference Signal atau RSRP di tiap titik jangkauan coverage. user yang berada di luar jangkauan maka tidak akan mendapatkan layanan LTE.

rsrp range

rsrp

gambar 2. user 1 menerima sinyal serving RSRP dari site

RSRP bisa dihitung dengan formula berikut :

RSRP = RSSI – 10 log ( 12*N )

dengan penjelasan sebagai berikut :

  • RSRP Reference Signal Received Power ( dBm )
  • RSSI ( Received Signal Strength Indicator ) merupakan power sinyal yang diterima user dalam rentang frekuensi tertentu termasuk noise dan interferensi ( dBm )
  • N merupakan Number of resource block yang digunakan oleh OFDMA.


RSRQ ( Reference Signal Received Quality )

merupakan parameter yang menentukan kualitas dari sinyal yang diterima. RSRQ dapat dihitung dengan formula berikut :

RSRQ= ( RSRP * N ) / RSSI

  • RSRQ = Reference Signal Received Quality ( dB )
  • RSRP = Reference Signal Received Power ( dBm ) merupakan level sinyal yang diterima user.
  • N = Number of Resource block yang digunakan oleh OFDMA.
  • RSSI = Received Signal Strength Indicator merupakan power  sinyal yang diterima user dalam rentang frekuensi tertentu termasuk noise dan interferensi  ( dBm )

rsrq range.png

berdasarkan formula diatas, semakin besar nilai RSSI maka semakin kecil nilai RSRQ. selain itu, semakin besar nilai RSRP maka semakin besar pulai nilai RSRQ .

SINR ( Signal to Interference Noise Ratio )
merupakan rasio perbandingan antara sinyal utama yang dipancarkan dengan interferensi dan noise yang timbul ( tercampur dengan sinyal utama ) .

SINR range

noise interferensi

gambar 3. perbedaan interferensi dan noise

formula dalam menghitung SINR adalah sebagai berikut :

SINR = P / I + N

dengan,

  • SINR = Signal to Noise Ratio ( dB )
  • P = Power yang diterima pada jarak tertentu
  • I = Interferensi yang diterima P akibat site lain yang bekerja pada frekuensi yang sama
  • N = Noise yang diterima P

CQI ( Channel Quality Index )
Merupakan kualitas dari sebuah channel downlink ( dari site ke user ) dengan kondisi dedicated mode ( pada LTE, user melakukan download data ) . CQI dapat diperoleh dari user yang melakukan pemberian informasi terhadap site berupa modulasi yang digunakan, code rate, dan efficiency.

cqi range

cqi table

tabel 1. deskripsi tiap – tiap nilai CQI
* sumber http://testfirstforkevin.blogspot.co.id/

PCI ( Physical Cell Id )
merupakan kode identitas fisik tiap cell. pada dasarnya, setiap cell akan melakukan broadcast informasi mengenai cell id yang dimilikinya agar user mengenali site tersebut. PCI memiliki beberapa aturan dalam perancangannya yaitu :

  • kode PCI tiap cell dalam suatu area harus unik. kondisi ini terjadi ketika dua site tetangga memiliki kode PCI yang berbeda / tidak sama.
  • sebuah kode PCI tidak boleh sama atau berdekatan diantara 2 site atau lebih. sehingga jarak pun perlu dipertimbangkan apabila kita ingin memberikan kode PCI yang serupa.
  • jika kode PCI sama antara site yang berdekatan, maka bisa terjadi failure HandOver. ( perpindahan serving cell )

mengenai cell id bisa diidentifikasi sebagai berikut :

PCI = PSS + 3*SSS

dengan,

  • PCI = Physical Cell identity
  • PSS = Primary Synchronization Signal ( bernilai 0 – 2 )
  • SSS = Secondary Synchronization Signal ( bernilai 0 – 167 )

BLER ( Block Error Rate )
merupakan rasio perbandingan antara total error block dengan total block dari sebuah transmisi data digital. BLER digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari demodulasi sinyal dengan menggunakan metode CRC.

formula dari BLER adalah :

BLER = ( Total error Block / total block ) * 100%

BLER masih dianggap baik apabila bernilai < 10% . semakin besar nilai BLER mengakibatkan gagal demodulasi data digital menjadi informasi.

 

@Edvan Berliansa – Radio Network Optimization

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s